PGRI dan Penguatan Spirit Kolektif Pendidik
Berikut adalah strategi PGRI dalam membangun semangat kolektifisme yang inklusif dan berdaya:
1. Kolektifisme dalam Perjuangan Hak (One Soul)
PGRI menyadari bahwa kekuatan tawar guru terletak pada kesatuan suara, bukan pada status kepegawaian individu.
2. Kolektifisme dalam Perlindungan Profesi (LKBH)
Rasa aman kolektif adalah pondasi keberanian dalam mengajar. Spirit ini menghilangkan rasa takut individu melalui dukungan sistemik.
-
Budaya Saling Jaga: PGRI mendorong semangat untuk tidak membiarkan rekan sejawat menghadapi masalah hukum sendirian. Spirit kolektif ini mencegah guru merasa terisolasi saat menghadapi sengketa profesi atau intimidasi dari pihak luar.
3. Kolektifisme Intelektual dan Berbagi Inovasi (SLCC)
Di era disrupsi, penguasaan teknologi seperti AI menjadi beban jika dipikul sendiri, namun menjadi peluang jika dipelajari bersama.
-
Komunitas Praktisi Digital: Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), PGRI menciptakan ruang tumbuh kolektif. Guru yang mahir teknologi didorong untuk menjadi mentor bagi rekan lainnya (peer mentoring).
-
Ekosistem Belajar Sejawat: PGRI menggeser budaya kompetisi menjadi kolaborasi. Inovasi pembelajaran tidak lagi disimpan sendiri sebagai rahasia dapur, melainkan dibagikan melalui jaringan organisasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional.
4. Kolektifisme Moral dan Standar Etika (DKGI)
Spirit kolektif juga berarti tanggung jawab bersama dalam menjaga nama baik korps guru di mata publik.
-
Pengawasan Sejawat yang Edukatif: Melalui DKGI (Dewan Kehormatan Guru Indonesia), PGRI menanamkan bahwa perilaku satu guru mencerminkan martabat seluruh profesi. Hal ini menumbuhkan semangat untuk saling mengingatkan dan menjaga integritas sesuai kode etik.
-
Kewibawaan Kolektif: Dengan menjaga standar moral yang sama, masyarakat tidak lagi menilai guru secara personal, melainkan sebagai sebuah lembaga profesi yang berwibawa dan terpercaya.
Tabel: Transformasi Spirit Individual ke Spirit Kolektif PGRI
| Aspek | Paradigma Individualis | Spirit Kolektif PGRI 2026 |
| Penyelesaian Masalah | Menghadapi masalah hukum sendirian. | Dukungan sistemik via LKBH. |
| Pengembangan Diri | Belajar mandiri demi karier pribadi. | Tumbuh bersama dalam komunitas SLCC. |
| Status Profesi | Terfragmentasi berdasarkan SK/Gaji. | Unitaristik: Satu Jiwa (One Soul). |
| Inovasi | Rahasia dapur masing-masing guru. | Praktik baik dibagikan untuk kemajuan korps. |
Kesimpulan:
Spirit kolektif yang ditumbuhkan PGRI adalah “Imunitas Profesi”. Dengan bergerak bersama, guru Indonesia tidak hanya menjadi lebih kuat secara politis, tetapi juga lebih sehat secara mental dan lebih tajam secara intelektual dalam menghadapi dinamika pendidikan global.
